
Kota Semarang, 6 Februari 2025 – Pagi yang sejuk menyambut inisiatif dari Polda Jawa Tengah membangun lingkungan yang aman dan kondusif melalui kegiatan Sosialisasi Anti Kenakalan Remaja di SMP Negeri 7 semarang. Upaya pencegahan tawuran antar pelajar dan “gangster” merupakan upaya persuasif dan bukti keseriusan pihak kepolisisan dalam mengedukasi generasi muda akan dampak negatif kenakalan remaja. Kegiatan yang digelar Rabu (05/02/25) ini merupakan sosialisasi dari Polda Jawa Tengah yang bertujuan meminimalisistr angka tawuran pelajar di Kota Semarang. Para peserta didik Spentura dengan antusias, dan penuh semangat mendengarkan secara serius arahan dari kepolisian.
“ Tawuran dan gangster itu tidak keren. Sekali terlibat, konsekuensi hukumnya berat. Kami akan memroses siapapun yang tertangkap tawuran sesuai hukum yang berlaku. Maka jangan sekali-kali terlibat,” ungkap Narasumber dari Binmas Polda Jawa Tengah dalam sosialisasi yang dirancang untuk menyadarkan pelajar terhadap kekerasan. Dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini , tidak hanya bahaya tawuran yang menjadi fokus utama. Bahaya narkoba terhadap remaja juga turut dibahas sebagai salah satu musuh yang harus dihindari demi masa depan generasi muda yang lebih baik. Pihak Kepolisian menambahkan “ Jaga nama baik sekolah, keluarga, dan diri kalian. Masa depan kalian sangat berharga.”
Menghadapi era digital , sosialisasi juga menyoroti peran orang tua dalam mengawal dan mengawasi anak-anak mereka. Keterlibatan orang tua dalam mendampingi aktivitas anak di media sosial menjadi kunci dalam menghindarkan mereka dari pengaruh negatif dan kenakalan remaja. Dengan pelaksanaan sosialisasi Anti Kenakalan remaja yang dipandu oleh guru dan perwakilan kepolisian , Siswa SMPN 7 Semarang menyatakan komitmen bersama untuk menjauhkan diri dari segala kekerasan. Energi positif dari siswa-siswi diharapkan semakin mengokohkan komitmen semua pihak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan produktif.